Kenapa si, harus belajar dari yang namanya kehidupan ini? Agar hidup bukan hanya sebatas perjalanan, melainkan mendapatkan banyak pembelajaran dari setiap langkah yang dijejakkan juga hembus napas yang dikeluarkan.
Aku selalu mempercayai kalimat indah ini, “Hidup adalah perjalanan, dan setiap perjalanan adalah pelajaran.” Dan sebuah perjalanan yang memberikan pelajaran adalah hal yang patut diapresiasikan. Bagaimana tidak? Sang Pencipta yang mempercayakan pada kita sebagai hamba-Nya bahwa kita mampu melaluinya hingga sebuah pelajaran kehidupan mampu kita dapatkan.
Bukankah hal ini indah sekali jika dipikirkan kembali? Bayangkan saja, seolah Sang Pencipta yang secara tidak langsung memberikan semua pelajaran melalui dari banyaknya ujian-ujian dalam kehidupan hingga akhirnya diberi kuat dalam setiap langkah yang menjerat.
Jika dunia kembali menarikmu pada jurang penderitaan. Ingat kembali, bahwa ini hanya sebatas kesementaraan. Kesementaraan akan penderitaan, kesedihan, kebahagiaan dan kekecewaan. Juga ingat, bahwa ini hanya sebatas dunia yang memang sangat tidak direkomendasikan mendapat banyak kebahagiaan di tempat penghukuman manusia pertama yang diciptakan.
“TAPI AKU CAPE!”
Teriakan menyesakkan itu pasti akan kembali hadir, tapi bukan berarti hidup harus berakhir tanpa berpikir. Jejak ini dengan begitu susah payah melangkah, jika akhirnya menyerah bukankah terkesan sekali rasanya kalah? Padahal semesta hanya ingin manusianya berserah hingga akhirnya kembali mendapati langkah penuh jejak tanpa lelah.
Mari hidup lebih lama lagi, banyak hal indah yang nanti akan menanti. Salah satunya, mendapati tenang saat Sang Pencipta berkata waktunya pulang.





