Berpulangnya Pakar Multiple Intelligences Research (MIR) Indonesia

Oleh:

Bhayu Sulistiawan, S.Pd.I.

(Guru SMPI Mentari Indonesia)

Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun..

Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan. Salah satu praktisi pendidikan di Indonesia kembali dipanggil Sang Kholiq. Beliau adalah pak Munif Chatib yang juga penulis buku Best Seller “Gurunya Manusia”. Bersyukur saya pernah menimba ilmu dari pak Munif Chatib yang sangat ramah dan terbuka. Pak Munif salah satu profil pendidik yang visioner meskipun bukan berlatar belakang ilmu kependidikan secara akademik. Background beliau adalah hukum. Seperti kita ketahui banyak sekali tokoh yang background nya non-kependidikan tapi sukses mengembangkan konsep pembelajaran di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Jika kita telusuri kuncinya satu, mereka konsisten dan komitmen┬ádengan satu konsep dan gagasan lalu dikembangkan dengan komprehensif sehingga booming dan diterima khalayak ramai. Salah satunya pak Munif ini.

Beliau sangat concern mengembangkan konsep Multiple Intelligence Research (MIR). Dengan semboyannya bahwa tidak ada anak yang terlahir dalam keadaan bodoh dan semua anak adalah bintang, beliau sukses mempopulerkan MIR dan menjadikannya seakan oase di tengah konsep pendidikan yang masih berbasis angka-angka penilaian. Meskipun MIR bukan barang baru di dunia pendidikan yang mana dulu kita kenal juga istilah kecerdasan majemuk. Tapi pak Munif mampu meramunya dengan apik. Melalui buku-bukunya yang semua best seller dalam series “Gurunya Manusia”, “Sekolahnya Manusia”, “Orang Tuanya Manusia”, dan “Semua Anak Bintang”, pak Munif sukses mengembangkan image bahwa pendidikan harus humanis dan berbasis MIR. Bahkan saking konsistennya dengan MIR beliau pun mendirikan sekolah dengan nama School of Human di bilangan Bekasi.

Sudah sejak lama saya berencana mengundang beliau untuk workshop di Mentari Indonesia namun belum kunjung tiba karena satu dan lain hal. Ternyata kita belum berjodoh dan belum rezeki untuk belajar bersama. Manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan.

Semoga semua ilmu dan wawasan yang beliau berikan menjadi ladang amal untuk mengantarkannya ke jannah dalam husnul khotimah… aamiin…