Untuk Kawan Seperjuangan

Oleh:

Anjali Anindra Razzaqi
Kelas 6 Cairo SDIT Mentari Indonesia

Hai kawan
Tak terasa, 6 tahun sudah berlalu.
Kita bukan lagi bocah yang menangis saat hari pertama masuk sekolah.

Bagaimana?
Apakah pelajarannya semakin sulit?
Apakah membagi waktu antara belajar dan bermain semakin susah?

Bagaimana?
Bagaimana rasanya menjadi dewasa?
Dewasa seperti apa yang kita saat kecil inginkan
Sulit? susah? sesak? tersesat atau kehilangan arah?

Sulit memahami pelajaran
Susah membagi waktu antara belajar dan bermain
Sesak menahan segala hal yang hilang
Tersesat di keinginan keluarga besar dan
Kehilangan arah demi memenuhi keinginan orangtua

Bagaimana?
Apakah keinginanmu saat kecil sudah terpenuhi sekarang?
Keinginanmu saat kecil yang ingin cepat cepat dewasa?

Hafalan yang semakin banyak.
Rumus yang semakin susah diingat.
IPS yang semakin banyak materinya.

Bagaimana?
Apa kau menikmati nya?
Menikmati berenang di lautan hafalan yang memusingkan.

Ternyata, menjadi dewasa itu jauh dari apa yang dulu kita bayangkan.
Dulu, otak dangkal kita tak membayangkan bagaimana menjadi dewasa sesungguhnya.

Kalau dulu kita membayangkan bahwa menjadi dewasa itu adalah semakin tinggi, semakin cantik, semakin tampan dan semakin pintar.

Sekarang?
Bahkan mengejar nilai 90 di Matematika terasa susah.
Menghafal 10 ayat per hari saja rasanya sulit bukan main.

Tapi, bagaimana jika kita pikirkan tentang aku, kamu dan kita yang sudah melewati tahun-tahun sebelumnya dengan baik? Kita yang masih belum memikirkan dunia SMP, kita yang bisa membuat orangtua senang dengan nilai 90+ dan kita yang belum terpikirkan tentang kita yang akan berpisah.

Semua orang mulai berjalan sendirian di jalan takdir yang panjang.
Dan dari situ lah, kita menemukan banyak persimpangan jalan dan banyak teman baru.

Meski tujuan kita berbeda, langit yang kita lihat di atas tetap sama.
Sambil merasa khawatir dan tersesat, takut gagal dan takut kecewa.
Kita terus melanjutkan hidup walau tak tahu arahnya kemana, dimana dan bagaimana.

Hai kawan.
Dimana pun kita akan melanjutkan pendidikan,
Ingat ini ya..

Ada kalanya pundak kita merasa letih.
Tidak apa apa.
Just take a break.
Jangan dipaksa untuk
selalu berdiri.

Ada waktunya untuk
pundakmu kembali diperbaiki

Ada masanya
kita merasa gagal di tahun ini.
Tidak apa apa.
itu wajar.

Semangat.
Perbaiki dulu yang rusak.
Obati dulu yang terluka.
Lupakan dulu yang teringat.

Kuatkan lagi ya pundaknya.

Dunia tidak akan berjalan semakin mudah,

kitalah yang harus semakin kuat.

Ingat.
Semakin dewasa,
akan semakin banyak
yang harus dilakukan, dipersiapkan, dipikirkan
dan dipertanggungjawabkan.

Andalkan Tuhan di setiap usaha mu ya, kawan.