Di tepi sungai yang terletak di dalam hutam rimba yang sangat jauh dari pemukiman penduduk di huni oleh  sekelompok binatang yang di ketuai oleh seekor singa yang sudah amat tua yang bernama Ki Jojo. Kehidupan para binatang di sana sangatlah tenteram. Ki Jojo memimpin warganya dengan adil dan bijaksana.

Binatang yang tinggal di tepi sungai diantaranya : keluarga kelinci, tupai, rusa, ular , beruang,harimau dan monyet. Masing-masing keluarga binatang memiliki anak dan setiap hari mereka selalu bermain bersama. Anak kelinci bernama Kiki, anak tupai bernama Roro, anak rusa bernama Fafa, anak ular bernama Dodo, anak beruang bernama Siro, anak harimau bernama Boni dan anak monyet bernama Caca. Mereka semua anak yang baik kecuali si Boni dan Siro yang selalu usil dan jahil. Maklumlah tubuh mereka paling besar diantara yang lain.

Di ujung sungai, cukup jauh dari sekelompok binatang tersebut tinggallah seekor katak yang tidak punya orang tua. Ia tinggal seorang diri dengan wajah  buruk rupa dan kaki yang pincang. Katak malang  itu bernama Koko. Sejak ia menetas ibunya meninggalkan Koko sendirian, ibunya merasa malu memiliki anak yang buruk rupa dan pincang.

Wajah buruk rupa  dan kaki yang pincang membuat semua binatang itu menjauhinya. Bahkan raja dari kelompok binatang itu Ki Jojo mengatakan kepada semua warganya

“Jangan di beri tempat tinggal katak ini nanti kita semua menjadi sial”. Koko katak yang baik walaupun ia hidup seorang diri dan semua binatang menjauhinya ia tak pernah marah. Ia selalu tersenyum dan berkata dalam hati

“ Tuhan , Jadikanlah aku seekor katak yang bermanfaat bagi orang lain “.

Kiki, Roro, Fafa, Dodo dan Caca sedang bermain petak umpet. Tampak dari kejauhan Katak Koko sedang memperhatikan mereka bermain. Koko tersenyum dan tertawa kecil melihat teman-temannya bermain dalam hati ia berkata

“Sungguh beruntung sekali mereka bisa bermain dengan teman-teman”. Tiba-tiba saja Caca berteriak

“Eh ada si buruk rupa ayo kita pergi dari sini nanti kita jadi sial, kan tidak boleh dekat dengan Koko!”. Lalu Kiki kelinci yang imut dan baik berkata

“Caca kamu jahat sekali, kasihan si Koko dia tidak punya ayah dan ibu”. Roro, Fafa,Dodo dan Caca pergi mereka tidak mau jadi buruk rupa seperti si Koko.

Kiki merasa iba dengan Koko. Walaupun ibu kelinci sudah berpesan padanya supaya menjauh kalau koko lewat. Kiki pun menghampiri Koko yang menangis sedih .

“Ko, kamu nangis ya ? maafkan teman-teman, mereka sebenarnya baik kok”. Koko pun menjawab sambil menghapus air matanya

“Tidak apa-apa Ki, makasih ya kamu sudah mau berteman dengan ku. Kamu tidak takut menjadi sial dan buruk rupa kalau kamu dekat dengan ku ?”. Kiki menjawab dengan tersenyum

“Ko, kenapa aku takut semua kan sudah ditakdirkan oleh SWT dan aku takutnya hanya pada Allah SWT“. Mereka pun tertawa dengan riang.

Teman-teman Kiki yang lain ternyata mengadukan kepada ibu kelinci kalau Kiki bermain dengan Koko. Marahlah ibu kelinci dan ibu kelinci takut kalau Ki Jojo tahu anaknya Kiki bermain dengan Koko tentu Kiki akan di asingkan karena takut menjadi sial dan buruk rupa.Saat sampai di depan pintu rumah Kiki memberi salam

“ Assalamualaikum ibu “. Ibunya langsung memarahinya .

“ Kiki sudah berapa kali ibu bilang , jangan pernah main dengan katak buruk rupa itu nanti kamu bisa menjadi sial dan kalau sampai terdengar ke Ki Jojo kamu akan diasingkan “. Kiki pun menangis

“ maafkan kiki bu , tapi kasihan katak Koko bu , ia tidak punya keluarga “. Saat Kiki dimarahi oleh ibunya , Boni dan Siro tak sengaja mendengar kalau Kiki di marahi oleh ibunya akibat si Koko buruk rupa .

“Siro kita harus beri si buru rupa pelajaran , kata Boni sambil meremas-remas daun “. Siro pun menjawab

“ baik bos“.

Boni dan Siro pun membuat rencana yang jahat. Mereka berdua membuat lubang yang cukup dalam lalu menaruh dedaunan diatasnya supaya lubangnya tidak terlihat . Kemudian ia berdua pergi ke rumah Koko yang amat jelek sekali dan Siro pun memanggil katak Koko.

“ Hai Koko keluarlah engkau , tolonglah temanku si Boni ? siro sambil menangis”. Keluarlah Koko dengan terheran-heran “  ada  apa dengan Boni ?”.

“ Ia aku akan bantu dimana ia?”. Siro pun menjawab

“Ikuti aku cepat“. Koko pun berlari dengan cepat walaupun kakinya pincang tetapi ia berusaha supaya larinya cepat. Ada yang membutuhkan pertolongan ku pikir koko. Tak lama kemudian Koko melewati lubang yang sengaja di buat oleh Siro dan Boni.

Terdengar bunyi Brak…brak… koko terjatuh kedalam lubang yang  sangat dalam. Boni dan Siro pun tertawa terbahak-bahak, berhasil rencana kita yes… yes. Didalam lubang Koko pun berteriak kesakitan Aduh, aduh tolong … tolong kakiku sakit sekali.“

Dengan keadaan kaki yang sakit sekali , Koko berusaha keluar dari lubang tersebut. Alhamdulillah Koko akhirnya bisa keluar. Ia pun menangis terisak-isak dan berteriak

“Ya Allah kenapa aku dilahirkan, bahkan ibuku saja membuangku. Kenapa orang-orang membenciku, apa salahku ? aku ingin mati  saja “Kalau aku mati bagaimana aku bisa mencari Ibu, aku harus semangat. Sambil merayap Koko pulang ke rumahnya dan mengobati luka di kakinya. Ia pun berjanji

“saya tidak akan marah walaupun oralang lain jahat kepada ku. Sudah 2 minggu ini Koko tidak pernah keluar rumah, maklumlah kakinya masih terasa sakit .

Kiki tetap saja nekat. Walaupun ia di marahi oleh ibunya kalau ia tidak boleh berteman dengan Koko ia tetap saja mencari tahu keadaan Koko karena ia tahu dari Siro bahwa Koko jatuh kedalam lubang dan semua ini perbuatan Boni dan Siro. Sungguh jahat sekali .

Kiki pun tiba di rumah Koko , ia pun memberi salam

“Assalamualaikum , Koko kamu ada di rumah kan?”. Koko pun menjawab

“Waalaikumsalam, ia Ki aku ada di dalam rumah masuk aja”. Kiki tampak sedih melihat keadaan Koko yang terluka dan sendirian

“ kamu baik-baik saja kan Ko?”. Koko menjawab dengan tersenyum

“ Ia ki aku baik kok “. Dan mereka pun mengobrol , meskipun hanya sebentar. Kiki tidak berani lama-lama takut ketahuan teman-temannya dan tentu temannya pasti mengadu ke ibu kelinci.

Hari ini ada perayaan di kediaman Ki Jojo. Semua binatang merayakan ulang tahun pemimpinnya yang ke 50 tahun. Sudah tua sekali  Ki Jojo tapi ia masih tampak muda. Semua binatang bergembira. Hidangan yang di suguhkan oleh Ki Jojo amatlah banyak. Semua makanan yang enak-enak ada sambil diiringi oleh musik yang di buat oleh keluarga Monyet. Mereka semua bernyanyi dan menari. Maklumlah Ki Jojo hidup sendirian jadi keluarganya adalah semua binatang di tepi sungai.

Dari dalam rumah Koko terdengar suara alunan musik yang sangat asyik. Suara musik dari mana asalnya , sungguh indah sekali. Aku mau ke sana. Awalnya Koko ragu , ia takut ketahuan binatang yang lain kalau ia mengintip dan aku nanti dihukum . Namun Koko ingat

“ Oh iya, aku ingat hari ini Ki Jojo ulang tahun . Kata semua binatang Ki Jojo itu singa yang adil tapi kenapa ia jahat kepadaku ?”.  Hatinya pun bergumam

“ Ko kamu tidak boleh buruk sangka “. Koko pun memutuskan untuk pergi ke rumah kediaman Ki Jojo dan ia hanya akan melihat dari jauh saja.

Ia pun berjalan dengan pelan-pelan. Kakinya masih terasa sakit. Saat ia memasuki pemukiman binatang ia merasa heran, kok ada asap yang menjulang tinggi ada apa ini? Koko jadi takut , ia ingin kembali ke rumahnya .Tetapi ia kembali lagi, Koko penasaran asap  apa itu ? . Ia berjalan perlahan-lahan lalu Koko terkejut , saat ia melihat rumah Boni beruang terbakar.

“Ya Allah, rumah Boni terbakar. Aduh aku bingung nih apa yang harus aku lakukan”. Koko melihat tetangga Boni yang lain tampak sepi sekali , gawat nih kalau tidak  di atasi nanti rumah yang lain bisa terbakar. Dengan sigap Koko langsung mencari sesuatu yang bisa diisi dengan air. Dengan susah payah koko berusaha memadamkan api, tetapi tetap saja api tersebut tidak bisa padam. Koko pun berpikir , aku harus ke rumah kediaman Ki Jojo  tapi apakah aku diterima di sana ? ah biar saja daripada semua rumah ini akan terbakar. Mau di hukum atau apapun aku ikhlas.

Koko pun berlari dengan cepat . Dari jauh ia berteriak

“Ampun rajaku Ki Jojo, rumah Boni terbakar”. Semua binatang yang tadinya bernyanyi dan menari langsung diam dan menjauh mereka takut sial kalau dekat si katak buruk rupa. Ki Jojo pun marah sekali acaranya di kacaukan karena kedatangan Koko

“Hai katak pembawa sial , untuk apa kamu datang ke pestaku dan mengacaukan semuanya”. Ki jojo pun mengaum dengan keras dan pertanda kalau ia marah sekali“ Koko ketakutan sekali , ia berusaha untuk tenang dan menjawab sambil terbata-bata

”Ampun …. ampun dan maaf rajaku hamba tidak bermaksud mengganggu, raja boleh menghukum saya tetapi dengarkan saya rajaku saat saya masuk ke pemukiman binatang tampak asap yang menjulang tinggi lalu saya mencari asal mulanya dan ternyata rumah Boni terbakar” Semua binatang yang ada di sana berkata , bohong besar si katak buruk rupa mana mungkin rumah Boni terbakar . Ki Jojo menjawab

” apakah ucapan itu benar ? Kalau terbukti kamu bohong kamu akan saya pancung “.

Tiba-tiba ibu beruang teringat dan berteriak “ Oh iya saya lupa mematikan perapian”. Ibu beruang pun menangis dan Boni pun ikut menangis.

Koko pun berkata “ rajaku silahkan kita lihat bersama-sama seandainya saya bohong saya siap dipancung

”Saya sudah berusaha mematikan api tetapi tetap tidak bisa.” Ayo cepat nanti semua rumah bisa terbakar teriak Koko.

Semua binatang berlari dengan cepat dan benar rumah Boni terbakar . Ki Jojo pun berteriak

“Cepat ambil air jangan sampai rumah Siro ikut terbakar!”. Atas kerja sama semua binatang api yang membakar rumah Boni dapat padam dan yang terbakar hanya sebagian rumahnya.Semua binatang bersorak-sorak gembira

“ Apinya sudah padam”.

Koko pun senang dan tersenyum lalu ia pergi untuk pulang. Ia sadar hanya binatang buruk rupa yang hanya jadi pembawa sial . Saat ia mulai melangkah Ki Jojo pun menghampiri Koko dan mengatakan

“Koko , kamu anak yang baik . Maafkan kami semua selama ini sudah jahat dan tidak adil kepadamu, sebagai seorang raja saya tidak adil sungguh malu sekali. Kamu anak yang Hebat nak, walaupun sering disakiti namun kamu tidak pernah dendam”. Koko pun menagis saat sang raja meminta maaf kepadanya.  Lalu Ki Jojo melanjutkan perkataannya

“ Maukah kamu menjadi anak angkatku ? tinggallah bersamaku ?”. Koko pun tidak bisa menjawab ia hanya mengangguk dalam hati ia bersyukur sekali , doa-doanya yang selalu ia panjatkan ke illahi Rabbi terkabul. Semua binatang pun sungguh senang dengan keputusan Ki jojo menangkat Koko sebagai anak angkatnya. Mereka satu persatu meminta maaf dan memberi selamat kepada Koko.

Boni merasa bersalah karena ia sudah berbuat jahat kepada Koko dengan menjatuhkan Koko ke dalam lubang. Boni pun memeluk Koko dan meminta maaf sambil menagis

“ Ko, maafin saya yang suda jahat kepadamu .Kamu sudah nolong saya untuk memadamkan api kalau tidak ada kamu pasti rumah saya habis terbakar “. Koko pun hanya mengelus-elus Boni.

Sungguh senangnya hati ini. Sejak saat tidak ada yang mengejek dan jahat kepada Koko. Koko pun dapat bermain dengan semua temannya dengan riang gembira. Inilah hasil dari kesabaran dan ketabahanku selama ini. Terima kasih, Alhamdulillah ya Allah atas anugrah yang engkau berikan kepadaku. Amin.

Rachmah Safitri, S.Pd - Headmaster
Rachmah Safitri, S.Pd – Headmaster