PROFIL KAMI

LINK PENDIDIKAN

karir

STATISTIK KUNJUNGAN
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini212
mod_vvisit_counterKemarin435
mod_vvisit_counterMinggu ini2411
mod_vvisit_counterBulan ini8443
mod_vvisit_counterTotal261748
GALERI


Bookmark and Share
TAUZIAH
Pentingnya Ilmu

 

Siapa yang menginginkan dunia maka hendaklah ia memiliki ilmu

dan barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah ia memiliki ilmu

dan barang siapa yang menginginkana keduanya maka hendaklah memiliki ilmu

(Hadits)

 

Artikel Terbaru
Please update your Flash Player to view content.
Pemecah Kebekuan Belajar Melalui Ice Breaker PDF Print E-mail

 

Sebagaimana kita ketahui bahwa aktivitas otak juga mempunyai kejenuhan. Jeda antara konsentrasi dengan titik jenuh berkisar waktu 15-20 menit. Itulah sebabnya kenapa banyak guru yang kurang siap menghadapi tingkat kejenuhan anak dalam belajar. Sebagaimana otak kita yang terbagi menjadi dua, otak kanan dan otak kiri. Jika hanya menggunakan otak kiri maka akan terasa jenuh. Pentingnya metode dan berbagai referensi untuk menyegarkan suasana belajar sangat urgen dan mutlak harus dimiliki pendidik. Otak kananlah yang berfungsi menyegarkan dari aktivitas otak kiri yang notabene basis pikiran matematis.

Salah satu cara menyegarkan dan mengembalikan semangat belajar adalah dengan Ice Breaking. Berbagai games, olah tubuh, olah otak, senam jari, brain gym, sangat membantu untuk penyemangat belajar. Kesemuanya itu bisa didapati di dalam buku “100+ Ice Breaker Penyemangat Belajar” yang menyajikan berbagai ice breaker. Meski tidak semuanya murni dari penulis, karena ada beberapa diantaranya merupakan modifikasi yang sudah sering dimainkan di kalangan pendidik di Indonesia. Namun, dengan buku ini sangat membantu para pendidik untuk menguasai manajemen kelas dan dalam hal mengatasi masa kejenuhan dalam belajar.

Minggu, 01/04/12 kemarin beberapa guru SDIT dan SMP Islam Mentari Indonesia berkesempatan mengikuti seminar ice breaker penyemangat belajar langsung dengan penulisnya Kusumo Suryoharjuno yang akrab disapa Kak Kusumo dari Surabaya bertempat di @HOM Hotel Tambun Selatan. Dalam seminar ice breaker ini berlangsung sangat seru dan menarik, karena semua peserta dipandu dan diajak bermain beberapa model ice breaker yang bisa membangkitkan semangat belajar. Di akhir sesi, Kak Kusumo mengatakan, “sepanjang seminar tadi, ustadz-ustadzah lebih sering mengikuti gerakan atau perkataan saya?”, peserta pun menjawab serentak: “gerakaaann…”. Kak Kusumo pun memberikan filosofi dari ice breaker juga, “berarti peserta didik kita pun akan lebih banyak mengikuti tingkah laku kita daripada perkataan kita. Maka itu, berilah tauladan yang baik buat anak didik kita”.

Seminar ini pun menghadirkan seorang guru yang juga penulis aktif yaitu Wijaya Kusumah yang akrab disapa Omjay, seorang guru TIK SMP Labschool Jakarta ini menyampaikan isi dari bukunya yang berjudul “Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya”. Banyak spirit yang Omjay berikan untuk memacu para guru meningkatkan kreativitasnya dalam mengajar tanpa mengeluhkan beratnya beban profesi guru. “Jadilah guru kreatif, maka rezeki akan mengalir”, itulah pesan singkat Omjay kepada peserta. Mengutip perkataan Prof. Arif Rahman (pakar pendidikan) Omjay menutupnya dengan note 4 kekuatan manusia, yaitu pikiran, perkataan, perasaan, perbuatan. Untuk itu, marilah maksimalkan kekuatan itu untuk kita salurkan kepada para peserta didik kita.

Acara ini digawangi oleh Prima Edutama Event Organizer, sebuah EO yang bergerak di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru. Pada seminar kali ini juga dibagikan buletin Jendela Pendidikan edisi perdana yang terbit tiap bulan.

Abu 'Abbad

 

 
 
LATEST NEWS
Tulisan Siswa
BLOG SISWA
PILIH BAHASA
DOWNLOAD
WAKTU SHOLAT
KALENDER HIJRIYAH